APA ITU DEIKSIS?
DEIKSIS
Pada pembahasan kali ini, akan dibahas mengenai beberapa pengertian deiksis menurut para ahli dan macam-macam deiksis.
Pengertian Deiksis
Menurut Purwo (1984:1) deiksis adalah kata dikatakan bersifat deiksis apabila referennya berpindah-pindah atau berganti-ganti, tergantung pada siapa yang menjadi si pembicara dan tergantung pada saat dan tempat dituturkannya kata itu. Misalnya, kata saya, sini, sekarang. Sedangkan menurut Yule dalam bukunya (1996:13) mengemukakan deiksis adalah istilah teknis (dari bahasa Yunani) untuk salah satu hal mendasar yang kita lakukan dengan tuturan. Deiksis berarti penunjukan dalam tuturan.
Selain itu juga Verhaar (2006:397) mengemukakan deiksis adalah semantik (di dalam tuturan tertentu) yang berakar pada identitas penutur.
singkatnya kata yang mengandung deiksis memiliki referen yang tidak tetap atau berpindah-pindah. jika referennya tidak berpindah atau tetap , maka kata itu tidak bisa dikatan sebagai deiksis.
Macam-macam Deiksis
Deiksis terbagi menjadi beberapa macam. Berikut ini akan dikemukakan macam-macam deiksis.
a. Deiksis persona
Kata latin persona merupakan terjemahan dari kata Yunani prosopon, yang artinya topeng (topeng yang dipakai oleh seorang pemain sandiwara), dan juga yang berarti peranan tau watak yang dibawakan oleh pemain drama. Pemilihan istilah ini oleh para ahli bahasa waktu itu disebabkan oleh adanya kemiripan antara peristiwa bahasa dan permainan sandiwara (Liyions 1997:638; dalam Purwo, 1984:30). Deiksis persona ini menunjuk pelaku tindak tutur (orang pertama dan kedua) dan yang dibicarakan (orang ketiga/benda).
Menurut Yule (1996:15) deiksis persona menerapkan tiga pembagian dasar, yang dicontohkan dengan kata ganti orang pertama saya, orang kedua kamu, dan orang ketiga dia.
b. Deiksis tempat
Menurut Cahyono (2002) deiksis tempat ialah pemberian bentuk pada lokasi menurut peserta dalam peristiwa tutur (dalam Megawati, 2017:15). Deiksis tempat digunakan untuk mengacu tempat berlangsungnya kejadiaan, baik dekat (proksimal), agak jauh (semi proksimal), maupun jauh (distal). Sifatnya bias statis maupun dinamis (Sudaryat, 2009:123; dalam Megawati, 2017:15).
Yule (1996:19) menyebutkan, deiksis tempat adalah tempat hubungan antara orang dan bendanya ditunjukkan. Untuk perbedaan mendasar ini, bahasa Inggris kontemporer hanya memakai dua kata keterangan di sini dan di sana. Dalam hal ini dapat dipahamio bahwa deiksis tempat menunjukkan tempat baik yang dekat maupun jauh contohnya seperti: di sini, di sana, dan sebagainya.
c. Deiksis waktu
Menurut Cahyono (2002:218) deiksis waktu adalah pemberian bentuk pada rentang waktu seperti yang dimaksudkan penutur dalam peristiwa berbahasa (dalam Megawati 2017:16). Sedangkan menurut Sudaryat (2009:123) deiksis waktu mengacu ke waktu berlangsungnya kejadian, baik masa lampau, kini, maupun mendatang (dalam Megawati 2017:16).
Cummings (1999:35) mengatakan bahwa deiksis waktu sering di kodekan dalam bahasa Inggris dalam berbagai kata keterangan seperti now dan then dan dalam istilah-istilah penanggalan (istilah-istilah yang didasarkan pada kalender) seperti yesterday, today, dan tomorrow.
d. Deiksis wacana
Deiksis wacana adalah deiksis yang mengacu pada acuan yang ada dalam wacana dan bersifat intratekstual (Sudaryat, 2009:124; dalam Megawati, 2017:17). Cahyono (2002:218; dalam Megawati, 2017) deiksis wacana adalah rujukan pada bagian-bagian tertentu dalam wacana yang telah diberikan atau sedang dikembangkan. Deiksis wacana mencakup anafora dan katafora. Anafora adalah penunjukan kembali pada sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya dalam wacana dengan pengulangan atau substitusi. Katafora adalah penunjukan ke sesuatu yang disebutkan kemudian bentuk yang dipakai untuk mengungkapkan deiksis wacana itu adalah kata atau frase ini, itu, yang terdahulu, yang berikut, yang pertama disebut, begitulah.
e. Deiksis sosial
Menurut Cahyono (dalam Megawati,2017:19) deiksis sosial adalah rujukan yang dinyatakan berdasarkan perbedaan kemasyarakatan yang mempengaruhi peran pembicara dan pendengar perbedaan itu dapat ditunjukkan dalam pemilihan kata. Menurut Nababan (1987:42; dalam Megawati:19) deiksis sosial menunjukkan atau mengungkapkan perbedaan-perbedaan kemasyarakatan yang terdapat antara peran peserta, terutama aspek peran sosial antara pembicara dan pendengar serta antara pembicara dengan rujukan atau topik tertentu.
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Megawati. 2017. “Deiksis Sosial dalam Novel Laskar Pelangi”. Skripsi. Mataram.
Cummings, Louise. 2007. Pragmatik Sebuah Perspektif Multidisipliner. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Junaidi, Ahmad. 2019. "Deiksis Sosial dalam Novel Negeri Para Bedebah Karya Tere liye". Skripsi. Mataram.
Purwo, Bambang Kaswanti. 1984. Deiksis dalam Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
KRITIK DAN SARAN DI KOLOM KOMENTAR! TERIMA KASIH.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar