MENJADI SATU
Menjadi Satu merupakan sebuah puisi yang menceritakan tentang seseorang wanita (laki-laki) yang mencintai seorang laki-laki (wanita) sejak saat masih duduk di bangku SMA, namun ia tak berani mengungkapkannya dan hanya memendamnya sendiri. Pada saat duduk di bangku perkuliahan mereka masi saling komunikasi, pada suatu ketika si Wanita (laki-laki) nginbox si Laki-laki (wanita) dan ia mencoba mengatakan perasaan yang dipendamnya sejak SMA. Tidak disangka-sangka Si Laki-laki (wanita) juga mempunyai perasaan yang sama pada Si Wanita (laki-laki) tersebut, yang sama-sama dipendam sejak dulu, dan akhirnya mereka bersama.
Menjadi Satu
Segenggam rasa berbisik sendiri
Tersembunyi tanpa aku tahu
Hanya aku tau aku
Dan dia hanya tau dia
Tanpa dia tahu aku
Tanpa aku tahu dia
Waktu yang t’lah lama berputar
Seakan terhenti ‘tuk memberi luang
Rasa yang t’lah lma sendiri
Tersembunyi dalam palung hati
Kini bersama
Bersatu dalam dentungan sang waktu
Kini aku tahu dia
Dia tahu aku
Bukan lagi aku hanya aku
Dan tak lagi dia dia hanya tau dia
Dalam hembusan napasku
Dalam aliran darahku
Dalam detakan jantungku
Tersirat dirimu…
Terbayang wajahmu…
Mengalun namamu…
Ajunaidi.. 18-022015
Menjadi Satu merupakan sebuah puisi yang menceritakan tentang seseorang wanita (laki-laki) yang mencintai seorang laki-laki (wanita) sejak saat masih duduk di bangku SMA, namun ia tak berani mengungkapkannya dan hanya memendamnya sendiri. Pada saat duduk di bangku perkuliahan mereka masi saling komunikasi, pada suatu ketika si Wanita (laki-laki) nginbox si Laki-laki (wanita) dan ia mencoba mengatakan perasaan yang dipendamnya sejak SMA. Tidak disangka-sangka Si Laki-laki (wanita) juga mempunyai perasaan yang sama pada Si Wanita (laki-laki) tersebut, yang sama-sama dipendam sejak dulu, dan akhirnya mereka bersama.
Menjadi Satu
Segenggam rasa berbisik sendiri
Tersembunyi tanpa aku tahu
Hanya aku tau aku
Dan dia hanya tau dia
Tanpa dia tahu aku
Tanpa aku tahu dia
Waktu yang t’lah lama berputar
Seakan terhenti ‘tuk memberi luang
Rasa yang t’lah lma sendiri
Tersembunyi dalam palung hati
Kini bersama
Bersatu dalam dentungan sang waktu
Kini aku tahu dia
Dia tahu aku
Bukan lagi aku hanya aku
Dan tak lagi dia dia hanya tau dia
Dalam hembusan napasku
Dalam aliran darahku
Dalam detakan jantungku
Tersirat dirimu…
Terbayang wajahmu…
Mengalun namamu…
Ajunaidi.. 18-022015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar