puisi ini mengisahkan tentang seorang yang mengingat kembali pada suatu hal yang mungkin takkan pernah Ia lupakan. hal tersebut tlah mengores hatinya, menjadi ukiran. mngingatnya mungkin akan merasakan luka lagi, namun baginya dengan mengingatnya dan menikmati luka dari goresan tersebut akan membuatnya tertawa terbahak...
Dalam Tawa
Hujan yang jatuh dalam gelap
Mengusik tenang dalam lelap
Ingatkan pada yang t’lah senyap
Terukuir indah semu
Bak bintang kemerlap tiada berupa
Tawa terbahak
Menyatu dalam rasa angan berlawanan
Mengalun kencang
Berburu waktu
Mencakar ingin penuh hasrat
Melabuhkan rasa tiada berperahuBagai menggantung asap mengukir langit
Tawa terbahak
Mengalun kencang
Menyatu dalam angan berlawanan
by: Ajunaidi 01-22-‘15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar